TULIS-NULIS

Sumber:swara.tunaiku.com
Kata di atas memancing kita untuk mengatakan bahwa dua hal tersebut adalah pemisah antara tulis dan nulis alias menulis. Mengapa demikian berbeda, karena tingkatan yang berbeda. Bukan tujuan untuk mendeskreditkan, tapi penulis berusaha memberikan konsep tentang dua hal tersebut. Penulis mengatakan berbeda, namun kedua itu saling berhubungan. Tulis dalam kbbi, silahkan cek di kbbi (bias kbbi online) intinya adalah hasil dari tulisan atau tulisan itu sendiri. Sedangkan nulis alias menulis adalah proses atau kegiatan membuat tulis itu sendiri. Keterhubungan hal tesebut seakan mengatakan bahwa jika tulis telah tercipta maka di dalamnya sudah ada kegiatan nulis.

Prolog di atas hanyalah bagaimana teman-teman bias mengetahui maksud dari kata Tulis-nulis. Namun penulis di sini ingin mengantarkan teman-teman pada kebiasaan penulis hingga ia nulis dan menghasilkan tulis atau tulisan. Nah teman-teman mari kita tinjau lebih dalam tentang siapa itu penulis sebenarnya. Sependek pengetahuan penulis itu sendiri penulis itu jika ia telah menulis. Namun beda lagi dengan macam-macam orang mengkategorikan penulis. Kalau penulis ini hanyalah penulis amatiran. Yang serius itu jika telah Nampak tulisannya dan mempertahankannya dengan menulis karya-karya setelahnya. Menurut penulis ini, yah begitu.

Selanjutnya penulis ini mempelajari bahwa penulis pemula hal yang harus dilakukan adalah dengan membaca. Bacalah banyak karya, temukanlah gaya menulis dari setiap karya yang anda baca. Sejatinya penulis yang berpengalaman itu telah memiliki kekhasan tertentu. Ada pula penulis dengan genre yang berbeda atau mungkin dia sebagai saintis, ekonom, filosof maka alur tulisan juga bisa pula mempengaruhinya. Oke, maka saran saya kenalila alur tulisan anda dulu, kemudian carilah bacaan yang sesuai dengan alur yang anda rencanakan nantinya.

Setelah membaca maka teman-teman saya sarankan untuk mulai menulis, tulislah sesuatu yang teman sudah dapat dari bacaan teman-teman. Sebenarnya kita butuh ide itu dari mana saja, termasuk dari yang kita sudah baca. Saya bermaksud mengajak teman-teman masuk dalam alam bawa sadar teman menulis dengan gaya penulis yang teman sudah baca karyanya. Setelah hal tersebut biasanya dengan banyaknya kekhasan membuat kita sebagai penulis memiliki kekhasan juga

TULIS-NULIS