Perkembangan
kedai shop atau warung kopi (disingkat:WARKOP) sangat pesat, di saman millineal
seperti sekarang, elemen masyarakat sangat menyukai bisnis anak muda. Ada yang
menggunakannya untuk nongkrong saja atau mengisi waktunya untuk bersantai, ada
pula untuk berdiskusi, menulis, mengedit tulisan sampai mengerjakan skripsi,
baik sendiri maupun bersama dengan teman mahasiswanya. Berangkat dari hal
tersebut, maka diupayakanlah suatu wadah khusus bagi mahasiswa yang mengerjakan
skripsinya dengan upaya membantu, yaitu memberikan pelayanan konsultasi
skripsi.
Hal
tersebut juga berangkat dari fenomena mahasiswa yang banyak kebingungan
memulai, melanjutkan atau mengakhiri dari pengerjaan skripsinya. Oleh karena
itu, keberadaan kedai ini akan berusaha membantu membimbing, disamping membantu
para dosen yang sibuk membimbing mahasiswanya.
Inti
dari konsep KEDAI KOPI SKRIPSI ini adalah pelanggan merasa puas dengan
pelayanan, sesuai namanya memberikan bantuan, baik bagi mahasiswa maupun bagi
khalayak umum karena kedai ini difasilitasi sarana perpustakaan dengan genre
bacaan yang beragam. Oleh karena itu. Seluruh upaya ini adalah nuangsa bisnis
millineal yang memikirkan pendidikan yaitu memberikan pelatihan kepada
mahasiswa, siswa dan khalayak tentang dunia literasi.
Upaya
pendirian usaha ini ialah menjadi sebuah wadah bagi mahasiswa, tentang
kesulitan mengerjakan skripsinya. Oleh karena itu, tempat atau kedai ini akan
menjadi tempat ngumpulnya para senior yang telah melalui hal sama dengan
juniornya.
Konsep Bisnis
Pertanyaan pertama oleh
calon pelanggan sebelum mencoba datang di kedai kopi pastinya tentang
kenyamanan, kualitas penyeduhan kopinya serta lancarnya jaringan internet.
Itulah hal utama dalam menyusun kedai ini. Namun tentunya semua kedai bisa
melakukan itu, jadi persaingan bisnis akan tetap stagnan bila konsep kedai ini
hanya berhenti pada titik tersebut. Sayangnya tidak, karena upaya kedai kopi
skripsi bukan hanya soal minum
kopi, teh, atau minum ice blend atau
bukan pula keunggulannya pada jaringan internet saja. Tapi di luar daripada
itu, kedai ini membangun konsep pelayanan konsultasi penelitian, penulisan
ilmiah terkhusus skripsi serta pelatihan kepenulisan dan penelitian kepada
mahasiswa dan khalayak umum yang suka dengan dunia literasi dan ilmiah.
Secara tidak sadar
tempat ini adalah tempat berkumpulnya para pejuang sarjana. Di lain sisi mereka
bisa ngobrol, berdiskusi atau bertukar informasi.
Kedai ini bertemakan intelektual dan
ilmiah. Oleh karena itu, desain ruang akan memanfaatkan rak buku serta buku itu
sendiri sabagai aksen intelektualisme ataupun akademisme. Selain itu, dinding
ruangan terdapat lukisan seorang filosof yang menggambarkan pribadi pelanggang
tentang kedalaman pengetahuan pada saat mereka ngopi di kedai ini.
