![]() |
HENDRA DIMANSA
Mahasiswa
Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Merupakan Ketua IKPPSI Desa Sanjai
Karya: 1. Novel (Tiada Hari Yang Indah:Sujud Terakhir) dan Prosa (Aku Dalam Dekapan Syair:Pembebasan).
Saat ini gerakan literasinya banyak dilakukan di Kedai Kopi Skripsi, sebagai wadah yang menampung segala kebutuhan tentang literasi dan keilmiahan.
“Di usia kanak-kanak yang belum mengenal aksara, cerita nenek menjadi perantara mengenal lingkungan sekitar. Sembari menanak nasi menuturkan berbagai hal, mulai dari perkara makan (baca: kehidupan) hingga makam (baca: kematian)”
Dapur menjadi wilayah kewenangan perempuan yang tak tergantikan, segaligus menjadi permulaan kehidupan. Sejak awal manusia mengawali proses kehidupannya dalam rahim perempuan, setelah lahir manusia tetap membutuhkan fungsi-fungsi rahim seperti makan dan minum, hal tersebut melekat pada dapur. Antara rahim dan dapur banyak diwarnai oleh sentuhan belaian sayang perempuan.Perempuan bukan hanya berperan mengandung bayi, tetapi lebih jauh perempuan memiliki peranan mengisi gizi bukan hanya tubuh melainkan juga pikiran. Biasanya perempuan (bisa ibu atau nenek) sembari menanak nasi menuturkan berbagai cerita, yang membuat daya hayal anak membumbung tinggi melukiskan berbagai hal, mulai dari makan hingga makam.
Penutururan kisah yang bermula pada makan (baca: kehidupan) mengantarkan cakrawalan imajinasi. Dahulu sebelum manusia mengenal nasi sebagai makanan pokok, proses untuk sampai mengenal nasi mengalami fase yang panjang. Bermula pada manusia mengenal tanaman yang tumbuh secara bebas kemudian dikenal dengan nama padi. Tetapi, jangan langsung pikirkan bahwa setelah itu manusia sudah bisa menanak nasi sebagaimana disaksikan oleh kedua bola mata setiap hari di dapur.Proses panjang mengawali perkembangan manusia untuk sampai pada mengenal nasi, menurut cerita awalnya bukan biji padi yang di masak untuk di makan melainkan kulit luarnya. Setidaknya demikian penuturan nenekku, tiba-tiba imajinasiku seolah dibuat memasuki lorong kehidupan yang teramat jauh dari kehidupan yang senantiasa terlihat dan terlintas dibenak. Bila itu benar-benar terjadi, betapa panjangnya proses perjalanan manusia untuk sampai pada nasi sebagai salah satu makanan.Betapa tekunnya manusia mencoba berbagai hal, dalam menjalani kehidupannya. Artinya manusia senantiasa berproses untuk sampai pada suatu fase.
Hal yang membahagiakan dalam cerita nenekku, ternyata yang membuat peralihan dari memakan kulit luar padi ke memakan biji padi bermula pada kreativitas bermain anak-anak yang memasak biji padi. Karena, biji padi dulu hanya dibiarkan berserakan yang oleh anak-anak dijadikan sebagai bahan mainan untuk masak-memasak.Akibat proses masak-memasak oleh anak-anak, akhirnya banyak yang melihat ternyata biji padi yang di masak jauh lebih baik dimakan dibandingkan dengan kulit luarnya. Setelah itu, secara perlahan manusia mulai menjadikan biji padi sebagai makanan pokok. Dari cerita nenek kudapatkan bahwa sesungguhnya kreativitas yang dimiliki oleh anak-anak semestinya dipelihara.
Walau cerita nenek tidak dapat dibuktikan kebenarannya, tetapi ada pesan yang penting dari cerita itu yakni pentingnya kreatifitas.Perkembangan kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari orang-orang yang berdaya kreatif. Jepang, China, Korea, Taiwan, Amerika Serikat, Jerman dan banyak negara-negara maju lainnya, adalah negara yang sukses menjaga kreatifitasnya. Di mulai dari proses pendidikan usia dini yang memberikan porsi besar pada pengembangan kreatifitas, tetapi mari berkaca pada bangsa Indonesia yang pendidikan usia dini dari TK ke SD malah lebih banyak membuat daya kreatif melemah. Semenjak SD banyak membebankan pekerjaan rumah yang sifatnya matematis, kurang memberi ruang pengembangan daya kreatif. Hingga berlanjut ke perguruan tinggi, yang banyak menghasilkan daya kekhawatiran dibandingkan daya kretifitas.Cerita nenek berlanjut pada makam setelah manusia mengenal biji padi sebagai makanan.
Kehidupan terus berlanjut, pertentangan antar manusia mewarnai kehidupan. Mulai dari kehadiran Belanda yang dirasa cukup mencekam, sebab ada banyak kejadian yang membuat hilangnya nyawa manusia. Bermula pada pembakaran pasar, yang membuat porak-porandanya kehidupan. Pasar di masa lalu memiliki peranan yang tidak sekedar bertukar barang atau sekedar memenuhi kebutuhan dapur. Melainkan, dari pasar bermula proses interaksi dan bertemu untuk saling bertukar berbagai hal, dari yang privat ke yang publik.Pertemuan di pasar memberikan makna tersendiri, guna saling berbagi berbagi permasalahan. Lahirnya sikap dan rasa senasib sepenanggungan memenuhi ruang-ruang pikiran dari orang-orang yang bertemu di pasar, akan rasa tertekan kemerdekaannya oleh penjajah Belanda.
Cerita pembakaran pasar yang dituturkan oleh nenek, dikemudian hari mulai perlahan kupahami sejak membaca buku-buku sejarah. Setidaknya alur cerita nenek menyambungkan pada, lahirnya pergerakan yang dimotori oleh para pedagang yang menentang penjajah Belanda yang dalam sejarah Indonesia dikenal dengan nama Sarekat Dagang Islam.Pasar telah menjadi ruang publik di masa lalu, yang akhirnya memotori lahirnya rasa nasionalisme.
Terjadinya pergeseran dari sikap privat (individu) ke sikap mementingkan publik menjadikan pasar mewarnai berbagai perkembangan. Bukan hanya di masa lalu pasar memainkan peran, tetapi hingga hari ini pasar memberikan berbagai kontribusi bagi perkembangan kehidupan manusia.Bila seorang pemikir Roland Bartes melontarkan ungkapan “matinya sang pengarang” yang memisahkan antara teks dengan pembuat teks, maka untuk konteks budaya tutur “matinya sang penutur” memisahkan antara cerita masa lalu dengan manusia hari ini, menjadi penanda hilangnya kebudayaan (melingkupi cerita, pengetahuan dan kepercayaan).
Merawat dan menghidupkan budaya tutur menjadi sangat penting guna mewariskan DNA kebudayaan kepada generasi pelanjut. Mungkin tidaklah mengherankan bangsa Jepan tetap mewariskan Sumo, China tetap memelihara konsep Ying dan Yang dan bangsa-bangsa maju lainnya masih tetap hidup berdampingan dengan masa lalu mereka, akankah Indonesia juga demikian ?

