| deskripsi sumber ide dalam bentuk pohon |
“bertanya”
Di mana aku mendapatkanmu,
menemukanmu?
Bagaimana caraku mendapatkanmu,
menemukanmu?
Kapan aku mendapatkanmu,
menemukanmu?
Jadi intinya ide khas yah. Nah muncul
tanda tanya dalam hati teman-teman tentang sumber ide itu dari mana yah. Di paragraf
kedua ini, saya akan bahas dengan Bahasa yang ringan, ala-ala kid jaman now. Intinya
sumber ide itu bisa dari mana aja, di mana saja, dan kapan aja. Namun masalahnya
kebanyakan kita tak tahu menanggapi ide itu. Karena sejatinya di alam yang tak
tersentuh, di bawah sadar, kadang kita menemukan ide gila, ide yang kira
membuat kita akan terkenal. Nah itulah yang saya tandai dengan ide khas. Nah sumber
ide, saya bagi beberapa poin, yaitu:
- Pengalaman
Berbicara pengalaman berarti bicara masa lalu, dan
juga sedang terjadi sekarang tepat di depan kita. Fenomena atau realitas yang
pernah terjadi. Bisa juga dari kegagalan anda sebelumnya, atau ada hasil ide
anda sebelumnya yang kemudian anda ingin kembangkan sehingga anda bisa
melahirkan ide baru, yakni ide pengembangan. Pada pengalaman ini yang paling
berperang penting ialah indra kita, semua jalan. Jadi apa yang kita dengar,
lihat, atau rasa harus menjadi sandaran pada sumber ide ini. Pengalaman bisa
membantu anda mengidentifikasi masalah dari ide anda pula.
- Teori
Sumber kedua yaitu teori. Sumber kedua ini, selamanya
pasti dari hasil bacaan ilmiah kita. Seperti jurnal, artikel ilmiah, makalah,
skripsi dan lain sebagainya (dalam lingkup KTI). Dari teori yang kita baca,
kemudian menghasilkan teori. Bisa berupa kontradiksi antar referensi, bisa pula
dari kejanggalan penelitian terdahulu hingga pengembangan karya terdahulu.
- Harapan
Ide juga berasal dari harapan-harapan teman kepada
suatu objek ataupun subjek. Harapan ini tentunya berbicara tentang masa depan. Harapan
misalnya agar daerah dapat berkembang, maka biasanya muncul ide cemerlang. Dari
harapan ini, juga dibantu dari dua sumber di atas.
Tiga garis besar
yang saya ajukan bagi teman yang lagi kewalahan mencari ide. Temukan ide anda! Bisa
dengan berkontemplasi, menganalisa kejadian, membaca buku bahkan kalau dianugrahi
Tuhan, maka ide dari sesuatu yang refleks tersebut bisa anda manfaatkan.
