SKRIPSIKU PENGHAMBAT WISUDAKU

Banyak yang bilang, dunia akademik atau dunia kuliah di perguruan tinggi tertentu seperti dunia hukum, banyak sekali pasal dan aturannya. Aturan-aturan yang dimuat itu hingga banyak mahasiswa yang merasa pecah kepala dibuatnya. Teman-teman pasti tahu, apa lagi kalau ada pernyataan “susah masuk, lebih susah keluarnya.” Jangan fiktor alias pikiran kotor!
Maksud dari perkataan tersebut, kalau masuk ke perguruan tinggi sangat susah, karena biasanya mengikuti berbagai tes. Di antaranya adalah tes tertulis, tes kesehatan bahkan tes tinggi. Penulis sendiri pernah gagal dalam tes tinggi, karena tinggi badan tidak sampai dengan syarat masuk di jurusan perawatan UIN Alauddin Makassar.
Kemudian “lebih susah keluar” karena “TUGAS AKHIRNYA.” Tugas akhir atau skripsi bagai dewa ketika mahasiswa telah usai pembelajarannya di semester awal sampai akhir maka mereka akan beralih mengerjakan skripsinya sebagai syarat memperoleh gelar yang sesuai dengan bidang studinya. Akan lebih sulit lagi ketika pengetahuan akan penguasaan penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar sangat minim dimiliki oleh mahasiswa tingkat akhir serta penguasaan metodologi yang masih abal-abal.
Selain hal di atas, mahasiswa tingkat akhir ini biasanya menganggap bahwa mendapatkan pembimbing dan penguji killer alias ganas diangggapnya sebagai setan. Lebih dramatisnya mereka bahkan shalat malam hanya untuk meminta tidak dibimbing atau diuji oleh si Killer yang dimaksudnya. Bahkan anehnya para  mahasiswa yang saya temui menyuarakan teori “semua jurusan pasti ada dosen killernya.”
Ketakutan inilah yang kira membuat mereka lama atau cepat mengerjakan tugas akhirnya. Lama dan cepatnya ditentukan dengan karakter dan prinsip hidup mereka. Kalau prinsipnya “tekanlah maka akan kugas alias kerja keras maka akan cepat. Kalau lama pasti sungkan ketemu dan takut salah sampai takut dicoret skripsinya sama dosen. Yah untung dan rugi kalau dapat pembimbing killer. Di bagian lain akan ada triknya menghadapi si killer yang juga saya sering bagikan kepada pengunjung kedai saya, @kedaikopiskripsi. Lama dan cepatnya kita kerjakan skripsi juga tergantung pada giat tidaknya kita melakukan, melaksanakan, membaca serta menulis yang berkaitan dengan penyelesaian skripsi yang kita buat. Tebal telinga juga perlu kita miliki, akan berat bagi mahasiswa yang sering mengritik, karena pada umumnya pengkritik tidak suka dikritik. Saran buat mereka adalah tebal telinga lah, dunia ilmiah dan aturan instansi sangat berlaku dalam penyelesaian skripsi kita nanti.

Penulis oleh Arman B

SKRIPSIKU PENGHAMBAT WISUDAKU