SEMUA TERGANTUNG RESEARCHER-NYA

semua kevalidan penelitian, alat dan data dikembalikan kepada penelitinya

Diskursus masalah masyarakat saat ini  sangatlah luas, khususnya di Negara Indonesia ini 
baku tonjok data palsu adalah kegemaran untuk kebanyakan masyarakat. Hal tersebut bisa diperhatikan di sosial media, facebook, instagram, twitter bahkan di media televisi pun ikut menyuarakan kebohongan data palsu itu. Fiksinya hal ini dikatakan dunia tempat-panggung sandiwara. Namun yang paling aneh adalah kebohongan data ini sering dipraktekkan di dunia mahasiswa saat ini. Google dan facebook sebagai sumber primer mereka. Kegiatan ilmiah atau meriset adalah kegiatan yang membosankan bagi mereka. Bahkan mereka lebih menghabiskan waktunya untuk bermain game baku tembak daripada meriset apa yang menjadi masalah hidup saat ini. Tentu sikap apatisme tak terelakkan dari kebanyakan manusia, namun pembiaran cara hidup seperti ini akan membunuh karakter seseorang itu hingga ia  membusuk dalam cara hidup apatis.
Data palsu yang banyak diakui tentunya akan menjadi konsumsi enak oleh para pemangku kepentingan dengan data tersebut. Data yand dibuat karena data itu adalah senjata untuk menyerang lawan si pemangku kepentingan. Data palsu tersebut yang terakui melalui kajian, katanya. Namun kesalahan data, pengambilan data dan pemalsuan identitas, bahkan jatuh di kesalahan metode ini ditentukan oleh peneliti atau researcher.  Sangat bermasalah membiarkan kesalahan-kesalahan tersebut tersebar bahkan dijadikan klaim kebenaran, serta bisa berpotensi membuat kefanatikan. Dalam agama Islam diajarkan bertabayyun, maka dari itu, sebagai pencegahan data tersebut meluas maka diadakan data real sebagai data tandingan demi kemaslahan bersama.
#kedai kopi skripsi






SEMUA TERGANTUNG RESEARCHER-NYA